Perjalanan Panjang Mengenal Pasangan #1

mafika galery

Setiap makhluk Allah ciptakan untuk saling berpasangan. Dan manusia yang berpasangan harus melalui ikatan suci yang sah dan sakral yakni pernikahan. Tidak boleh dalam Islam berpasangan namun tidak menikah. Karna dengan menikah berpasangan menjadi layak untuk disebut.

Menikah merupakan ibadah terpanjang itu benar. Bagaimana tidak, sisa umur kita setelah menemukan pasangan hidup adalah bersama pasangan hidup kita tersebut. Dan setiap aktivitas positif di dalamnya bernilai ibadah. Bayangkan entah sampai umur berapa kita akan terus bersama pasangan kita. Menikah tak cukup sekedar cinta, tak cukup sekedar ingin, tak cukup sekedar karna umur sudah tua, dan tak cukup sekedar-sekedar lainnya. Memutuskan menikah berarti sudah harus siap dengan berbagai tanggung jawab dan kewajiban di dalamnya. 

Namun, dengan berbagai tanggung jawab dan kewajiban tersebut jangan menjadikan kita takut untuk menikah, karna Rasulullah pernah bersabda

"Nikah adalah sunnahku, barangsiapa tidak suka dengan sunnahku maka dia bukanlah golongan kami" (HR Ibnu Majah dari Aisyah RA)

Maka mari luruskan niat sebelum memutuskan untuk menikah agar setiap keputusan yang kita ambil senantiasa Allah berikan ridhoNya. 

Banyak pasangan muda menikah karna mengikuti trend hingga akhirnya berujung perceraian. Niat yang salah di awal sehingga di tengah bahtera rumah tangga kapal yang berlayar terhamtam badai langsung hancur dan karam. 

Dalam Islam menikah sendiri memiliki tujuan yang sangat mulia, diantaranya:

1. Mengikuti sunnah Rasul

Dalam sebuah hadits dari Abu Ayyub RA, ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

أَرْبَعٌ مِنْ سُـنَنِ الْمُرْسَلِيْنَ: اَلْحَيَـاءُ، وَالتَّعَطُّرُ، وَالسِّوَاكُ، وَالنِّكَاحُ

Artinya: "Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah." (HR At-Tirmidzi)

2. Untuk menyempurnakan separuh agama

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

3. Memperoleh keturunan

Dalam surat An Nahl: 72 Allah berfirman:

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ  

"Dan Allah menjadikan pasangan (suami atau istri) bagi kamu dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?"

4. Menjaga kemaluan dan pandangan

Dengan menikah nafsu tersalurkan pada tempat yang halal. Pandangan juga lebih terjaga.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:

 

"Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya." (HR Muslim)

 

5. Menenangkan jiwa

Dalam surat Al Furqan: 74 Allah berfirman:

 

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ۝٧٤

 

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

 

Ketika istri lelah membutuhkan tempat untuk bersandar dan berkeluh kesah ada suami disisinya, pun sebaliknya bagi suami, ada istri di sisinya. Lelah setelah bekerja atau beraktivitas seharian ada pasangan dan anak-anak yang menyambut di rumah.

 

To be continued-


0 Response to "Perjalanan Panjang Mengenal Pasangan #1"

Posting Komentar